Friday, November 13, 2015

Resep Anyang Pakis Dari Melayu-Deli, Kuliner Yang Semakin Terpinggirkan.

http://www.dapurrebellina.blogspot.com
Anyang pakis, kuliner khas Melayu-Deli. Foto: dapurrebellina

Anyang pakis adalah salah satu sajian kuliner dari tanah Melayu-Deli yang kian terpinggirkan. Saya sendiri hanya menikmati anyang pakis ini saat bulan puasa, karena memang hanya dijual saat bulan puasa sebagai makanan pendamping berbuka. Itu pun dulu, saat masih tinggal di kota Medan.  Yang jual Bude Maria, tetangga sekaligus kerabat yang setia dengan profesi menjual lontong dan aneka penganan lainnya. Karena Bude Maria ini pula saya mengenal menu khas Melayu Deli ini selain menu-menu tradisional lainnya yang semakin hampir hilang ditelan zaman seperti lupis, cenil, sate kerang dara, ongol-ongol, dan banyak lagi.


Kerinduan akan kuliner khas yang pernah saya nikmati ketika kecil di kampung halaman, membuat saya harus mewujudkannya sendiri saat menginginkannya. Kalau ada Bude Maria dekat saya, tentulah saya akan bertanya resepnya pada beliau . Namun apa daya, jarak kami sudah ribuan kilometer jauhnya. Terpaksalah saya harus rajin selancar didunia maya, lalu praktik berulang kali hingga dapat resep yang pas dengan selera lidah  yang sesuai dengan  memori masa lalu.Atau, telepon mama tanya bahan-bahan dan cara masaknya.  

Beberapa ikat pakis segar yang saya peroleh dari pasar tradisional, mampu mengusik keinginan saya untuk menikmati kuliner kenangan kampung halaman, yakni anyang pakis . Kebetulan suami pun lagi pengen makan sayur-sayuran seperti gado-gado, pecel dan urap. Kenapa tidak sekalian memperkenalkannya pada kuliner khas Melayu-Deli ini?, pikir saya. Toh bahan-bahannya pun tidak asing di lidah suami. 

 Anyang pakis memang sekilas mirip dengan urap kalau di Jawa. Sama-sama menggunakan kelapa parut. Tapi kalau urap  kelapa parutnya mentah, sedangkan kalau anyang, kelapa parutnya disangrai. Selain itu, irisan cabai merah dan bawang merah mentah , serta perasan air jeruk nipis/lemon, menambah citarasa segar dan crunchy dari anyang pakis. Sayur pakisnya pun bisa dikombinasi dengan dedaunan yang lain, seperti pucuk daun singkong, daun pepaya, bunga pepaya, kacang panjang dan tauge. Karenanya, saya yakin kalau anyang pakis ini bisa diterima oleh lidah suami.

Maka, pagi ini pun saya membuat anyang pakis ini untuknya. Hanya saja, kelapanya tidak saya sangrai, melainkan saya kukus. Soalnya saya malas menyangrai kelapa yang makan waktu lama.

Responnya?
“Enak, ringan dan segar, Bun” kata suami.

Karena  responnya positif, maka saya pun akan tergerak untuk mendokumentasikan resep ke dalam blog. Saya yakin akan berguna kelak buat anak-anak saya ke depannya, dan juga buat yang baca. Sekaligus juga ingin memelihara khasanah kuliner dari daerah asal, Melayu-Deli yang semakin terpinggirkan.  Dan terutama, resep anyang pakis ini juga cocok buat penganut pola makan Food Combining.

Berikut resep dan cara pembuatan Anyang Pakis dari Melayu-Deli :
Bahan:
4 ikat  pakis, bersihkan
Tauge, atau pucuk daun singkong, daun pepaya, kacang panjang (optional)

Haluskan:
10 buah cabai merah
8 butir bawang merah
3 sendok makan rebon/ebi. Kalau menggunakan udang segar, rebus terlebih dulu sebelum dihaluskan.
1 -2 batang sereh, ambil putihnya, haluskan
Garam, gula secukupnya
½ buah kelapa parut, sangrai . (kalau saya, saya kukus. Lebih praktis dan segar)

Pelengkap
4 buah cabai merah, iris  bulat/serong
5 buah bawang merah, iris halus
1 -2 sendok makan air perasan jeruk nipis/lemon

Cara membuat:
Bersihkan pakis dan sayur lainnya, cuci bersih, rebus hingga matang (saya pilih kukus agar warnanya lebih segar dan rasanya masih crunchy). Tiriskan.

Aduk kelapa sangrai/kukus dengan bumbu halus. Cicip dulu agar bumbu merata dan sesuai dengan selera lidah. Masukkan sayur yang telah dikukus dan ditiriskan. Tambahkan irisan bawang mentah dan cabe merah. Beri perasan air jeruk nipis. Aduk rata.

Siap santap bersama nasi hangat, atau makan begitu saja.
http://www.dapurrebellina.blogspot.com
anyang pakis, siap santap. foto: dapurrebellina

Selamat mencoba, dan semoga khasanah kuliner asli Indonesia tetap terjaga…









7 comments:

  1. pohonnya yg kaya giman ya mak pakis? saya seing denger tpi lupa...resepnya enaak nih ayanya ada rebonn nya . pokonya kalo ada ikan terinya pasti enak :)

    ReplyDelete
  2. maknyuss nih, mau nyobain resepnya

    ReplyDelete
  3. Wah, di tempat saya jarang ada yg jual pakis, Mbak. Jadi kalo pengen bikin pake sayur-sayuran lain, ya. Tapi namanya jadi bukan Anyang Pakis :D
    Btw itu pasti seger banget ya, karena dikasih air jeruk nipis :)

    ReplyDelete
  4. Sekilas klo saya lihat ya Anyang Pakis ini mirip urap yg pernah sya makan
    sya sendiri blm pernah menjadikan pakis2 tuk menu makan sya...
    thanks resepnya :D

    ReplyDelete
  5. Ini semacam urap2 sayur yaaa kalo di jawa

    ReplyDelete
  6. kalau di tempatku namanya urap. enak memang

    ReplyDelete

Senang banget bila teman-teman yang mampir mau memberi komentarnya. Komentar teman-teman akan membantu saya lebih berkembang ke depannya. Salam, Rebellina :)